Agar Sumpah Lebih Ampuh, Sang Jenderal Buaya bersumpah lagi
Awas sekali bersumpah, panjang rentetannya. Tak kuasa menarik sumpah dari sang jenderal, atasan sang jenderal buaya (kapol buaya gowo ghodho) turun tangan buktikan bahwa sumpah bawahannya serius. kapol buaya gowo ghodho membawa tongkat saktinya menyakinkan bala kurawa akan sumpah jenderal buaya. Bala kurawa senyum-senyum mendengar kapol gowo godho. Tak jelas mesam-mesemnya bala kurowo apa sudah terbiasa senyum-senyum karena dapet duit sidang ato bala kurowo melihat kelucuan penjelasan sang kapol gowo godho yang belum jelas. Read more…
Jenderal Buaya tersungkur Sumpahnya, Cicak mengumpulkan energynya.

foto edited dari majalah tempo
Dahsyat luar biasa mengikuti episod demi episod kisah reality show duel cicak dan buaya. Cerita ini kelak patut dijadikan dongeng pengantar tidur generasi indonesia. Sebuah dongeng yang dapat dikemas secara fabel.
Begini kira-kira dongengnya. Sebuah perlawanan heroik kawanan cicak melepas kawannya cicak dari cengkraman gigi buaya. Kerumunan cicak menggerubung dan melepaskan cicak yang sedang naas dari mulut buaya. Meski tali jerat buaya masih melilit sekujur tubuh dua cicak yang naas. Tikus-tikuspun menonton dipinggir sambil deg-degan sekali-kali tertawa kecut.
Solidaritas kawanan cicak masih terus dibutuhkan sampai tali jerat buaya berhasil dilepaskan secara keseluruhan. Tak ada kawanan binatang yang lain membantu. Kelompak Binatang buas sekaliber buaya pun yang konon telah mendapat jatah wilayah masing-masing oleh raja hutan tak ada yang berani membantu cicak yang naas. Ada kabar dari peradilan hutan nama sang raja hutanpun disebut berada di dekat buaya yang sedang menggondol cicak ke sarangnya. Hanya kekuatan cicak sendirilah yang bisa menyelamatkannya. Read more…
Sumpah Serapah Jendral Susno Duaji

Mulutmu adalah harimaumu. Sekali lancing ke ujian. Demikian pepatah lama menjelaskan kata-kata yang meluncur dari seorang jenderal kepolisian susno duaji, Cicak kok lawan buaya. Cicak sebuah personifikasi KPK yang terdapat 126 keluarga besar kepolisian, dan Buaya adalah personifikasi keluarga besar kepolisian itu sendiri. Tak mungkinlah buaya tak bisa mengendalikan cicak. Buaya kok dilawan!!! Read more…
Kartun dan Anekdot Kritik Penguasa makin marak beredar di Facebook
Kartun dan anekdot sering muncul atas kekesalan terhadap ulah penguasa Negara ini yang tak pernah berhenti membuat keonaran-keonaran. Belum selesai keonaran masalah BLBI, muncul keonaran Bank Century yang kini Berubah Jadi Bank Permata muncul lagi keonaran kriminalisasi KPK, dan keonaran-keonaran yang lain yang tak kalah serunya. Praktik-praktik korupsi, politikus hitam, pejabat korup, pejabat korup terliat semakin merajala rela di mata jama’ah fesbukiyah.
Sumpah Budaya
SUMPAH BUDAYA 2009
Globalisasi di ranah ide, gagasan, ilmu pengetahuan yang diiringi dengan teknologi berkembang amat pesat. Lebih cepat dari kemampuan manusia untuk merenungkan apa hakikat semuanya untuk kemanfaatan hidup. Orang tidak lagi disibukkan dengan pertanyaan untuk apa kita memiliki ilmu, pengetahuan dan teknologi. Namun lebih menekankan pada fungsi-fungsi kemanfaatan/pragmatisnya semata. Semua pada akhirnya mengikuti arus globalisasi secara latah dan masa bodoh dengan hakikat progress/kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahwa hakikat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk penyempurnaan proses hidup manusia menuju kesatuan dan keserasian lahir batin, jiwa dan raga.
Budaya Populer adalah budaya yang berada di pusaran arus global. Sayangnya, perkembangan budaya global justeru mematikan budaya-budaya nasional dan budaya lokal yang ada. Budaya lokal secara substansial tidak mengalami kemajuan yang berarti kecuali hanya untuk sarana komoditas ekonomi dan turisme saja. Budaya yang merupakan hasil manusia untuk mengolah daya cipta, rasa dan karsa berdasarkan atas kehendak dan keinginan masing-masing individu dalam sebuah wilayah tidak mampu lagi dianggap sebagai sebuah kearifan.
Individu yang berada di ruang-ruang budaya pun menjadi tumpul oleh arus pragmatis budaya global yang mungkin dipandang lebih menarik, mudah, cepat dan efisien. Para pengambil kebijakan tidak lagi memiliki semangat yang menyala untuk nguri-uri kebudayaan lokalnya. Apalagi bila semua pihak tidak mendukung lahirnya kreativitas-kreativitas baru berkebudayaan dan berkesenian.
Ini adalah situasi di mana kita mengalami sebuah Degradasi Budaya bahkan kehancuran sistematis budaya lokal. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat berbudaya dalam rangka kebersatuan berbagai budaya lokal untuk maju dalam frame bangsa dan negara pun hanya sebagai slogan yang kini semakin dilupakan.
Tumbuh berkembang serta kemajuan sebuah budaya ditentukan pada bagaimana kita semua merespon dan menjawab tantangan-tantangan budaya global. Respon dan jawabannya adalah agar kita kembali kreatif, inovatif dan menciptakan wilayah-wilayah perjuangan budaya yang mampu menjadi alternatif budaya global yang terbukti tidak memiliki “ruh” kemanusiaan yang utuh.
Justeru pada budaya lokal, kita menemukan kembali “ruh” kemanusiaan itu. Ruh yang akan menyinari individu agar bisa bergerak secara harmonis antara individu dengan individu yang lain, antara individu dengan alam semesta, bahkan antara individu dengan dirinya sendiri sehingga nantinya individu tersebut akan menemukan diri sejati yang merupakan wakil Tuhan di alam semesta.
Siapa yang harus memulai untuk melakukan penyadaran adanya degradasi budaya ini? Sebuah fakta sejarah terjadi pada 28 Oktober 1928 saat para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. Intisari dan hakikat dari Sumpah Pemuda adalah kesadaran bahwa semua elemen bangsa harusnya memiliki kehendak, keinginan, cita-cita yang sama untuk mewujudkan sebuah kesatuan wahana dan ruang kreativitas dan kebebasan ekspresi yang berbeda-beda.
Jembatan untuk memasuki wahana persatuan dan kesatuan tersebut adalah tanah air, bangsa dan bahasa. Setiap babakan sejarah, pemuda selalu menjadi motor penggerak perubahan zaman. Sejarah telah menegaskan tentang kepeloporan pemuda di era kolonial hingga era perjuangan kemerdekaan bahkan di era reformasi. Perjuangan pemuda selalu dihadapkan pada tantangan hambatan dan kesulitan, bahkan darah dan airmata menjadi taruhan.
Di era masa lalu, gerakan kepemudaan lebih berorientasi pada bidang politik. Kini tantangan kaum muda masa kini justeru lebih banyak berupa rongrongan budaya global yang sangat berpengaruh pada pola pikir dan gaya hidup mereka sehingga harusnya gerakan kepemudaan kini lebih diorientasikan pada bidang budaya local (local wisdom).
Pemuda harus memiliki semangat untuk bersatu, lepas dari penindasan dan penguasaan budaya global. Kita berharap agar bangsa Indonesia bisa menghidupkan kembali budaya-budaya lokal yang ada sehingga nanti terwujud bangsa yang maju berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Kita buka mata dan hati kita, lihatlah bangsa India, Cina, Jepang, Thailand, dan Korea telah membuktikan sendiri. Bangsa yang meninggalkan pola hidup taklid hanya ikut-ikutan, ela-elu. Kini telah tumbuh menjadi macam Asia, dihormati dan segani masyarakat dunia, bangkit meraih kejayaan dengan berlandaskan loyalitasnya terhadap nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang terdapat dalam tradisi dan budayanya. Bangsa yang tahu karakter diri sejatinya, sangat tahu tindakan apa yang harus dilakukannya.
Sumpah Pemuda merupakan momentum yang berhasil menyatukan pemuda se-Indonesia dalam satu ikatan kebangsaan, perasaan senasib, sepenanggungan yang diderita oleh pemuda khususnya, telah memberikan kesadaran kritis terhadap situasi yang dihadapinya yaitu adanya sebagai tantangan bersama telah membangkitkan kesadaran kolektif pemuda untuk melawan penindasan budaya global. Diperlukan gerakan massif untuk menghidupkan kembali budaya-budaya lokal (baca; kearifan lokal) di tanah air secara terus menerus sebagai bentuk nyata dari perjuangan kaum muda.
Perjuangan kaum muda di bidang budaya diharapkan akan membawa perubahan sosial yang mendalam bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Dari pendidikan ini muncullah pejuang-pejuang muda yang kaya akan ide dan konsep untuk melawan budaya global.
Untuk mewujudkan ide tersebut maka dengan ini kami menyerukan kapada SEMUA PEMUDA DI TANAH AIR untuk bersatu dalam gerakan SUMPAH BUDAYA 2009:
1. MENGHIDUPKAN KEMBALI BUDAYA DAERAH SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN BUDAYA NUSANTARA.
2. MENJADIKAN BUDAYA DAERAH SEBAGAI DASAR PIJAKAN IDE-IDE KREATIF PEMBANGUNAN.
3. MENGEMBANGKAN KEARIFAN BUDAYA DAERAH SEBAGAI NILAI-NILAI PEMBANGUNAN NASIONAL.
4. MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI MORAL, MENTAL DAN AJARAN HIDUP BERMASYARAKAT YANG ADA DI BUDAYA DAERAH DALAM RANGKA MENDUKUNG PERKEMBANGAN BUDAYA NUSANTARA.
5. MENGURANGI PENGARUH NEGATIF BUDAYA GLOBAL DENGAN MENGEMBANGKAN BUDAYA NUSANTARA.
MOTTO :
THINK LOCALLY ACT GLOBALLY !!
SUMPAH BUDAYA
BERBUDAYA SATU, BUDAYA NUSANTARA
BERJATI DIRI SATU, JATI DIRI BANGSA INDONESIA
KASIH SAYANG SATU, SATU KASIH SAYANG LINTAS AGAMA
Indonesia, 28 Oktober 2009

Tertanda
1. maszen
http://ahmadzainul.wordpress.com/
2 KI WONG ALUS
http://wongalus.wordpress.com/
3. KI MAS KUMITIR
http://alangalangkumitir.wordpress.com/
4. KI SABDALANGIT
http://sabdalangit.wordpress.com/
5. KI AGUNG HUPUDHIO
6…………………………………….
SILAHKAN DITERUSKAN SENDIRI BILA MENDUKUNG PADA KOMENTAR. KHUSUS ARTIKEL INI BISA DIKOPI PASTE BEBAS DIBLOG SENDIRI TANPA HARUS MINTA IJIN
Blogger award, blogger award pada pesta blogger 2009!!??!!!

salah satu logo pesta blogger 2009 yang diajukan @mastongki informasi dari twiternya. (foto:kertasburam.dagdigdug.com, link gambar terkait)
Kesahihan penilaian lewat voting online blogger award pada pesta blogger 2009 sedang dipertanyakan kini. Bagaimana tidak? Sistem voting online yang telah dijalankan sejak tanggal 16 Oktober 2009 diubah secara mendadak pada tanggal 19 oktober malam. Perubahan yang sangat drastis, semua jumlah suara (nilai voting) yang masuk direset. Sistem IT yang berubah hasil suara diberangus. Ya perubahan system tersebut adalah penambahan verifikasi e-mail address yang dipakai voting, yang sebelumnya belum ada. Penambahan ini berakibat alamat e-mail yang dipakai voting dihilangkan atau dianggap belum masuk database voting. Teknologi voting pesta blogger award 2009 yang tidak humanis. Read more…
Kompasiana Satu Semangat, Kita Bhineka Tunggal Ika
Begitulah doa yang dipanjatkan kompasioner terutama admin. Doa berupa usaha keras mewujudkannya, doa yang terkabul. Usaha keras ini diwujudkan dari awal pendiriannya. Sejak awal diluncurkan segenap krew kompasiana bersemangat melayani. Kompasiana hingga kini belum meninggalkan tradisi kompas .

Komunitas kompasiana telah terbentuk dan semakin luas. ahmad zainul ihsan arif (maszen) tepat di bawah jari metal linda djalil mengucapkan selamat ulang tahun kompasiana. he he narsis dikit ah (foto: dok/maszen)
Doa berupa usaha keras akhirnya terkabul. Kompasiana telah menjadi portal blog public terkemuka. Usaha keras untuk melayani, berbagi dan bicara tentang kita. Kompasiana sudah layak menjadi blog komersil meski tak komersil. Kompasiana telah membuktikan diri sejajar dengan portal media utama.
Read more…
Rajah untuk Segala Macam Urusan, download link tersedia, Mau?
Orang sekarang malu-malu menggunakan rajah. Banyak orang bilang rajah takhayul. Orang sekarang banyak menggunakan rasio untuk mengatasi masalah sehari-hari. Ada benarnya. Namun bagi orang dulu rajah mempunyai peran untuk menopang kehidupan dalam berbagai aktivitas selain usaha rasio yang digunakan. Otak kiri dan otak kanan orang dulu cukup bermain seimbang. Otak kiri digunakan orang dulu untuk niteni (manandai kapan waktu panen, kerja dsb), sedangkan otak kanannya digunakan untuk lebih waspada untuk mengamankan segala bentuk yang akan menggangu aktivitasnya.
Orang dulu berfikir tak ada salahnya menggunakan rajah untuk menangkal segala gangguan yang di luar kendali mereka. Bukannya mereka tak percaya Tuhan, mereka juga percaya kepada alam ghaib, seperti adanya jin, dedemit, setan yang tak ubahnya mempunyai sifat seperti manusia kadang usil atau disuruh mengganggu. Gangguan dari makhluk ghaib ini oleh orang dulu dipercayakan ama sang ahlinya yakni dukun, kiai yang dukun dan profesi semacamnya. Mereka percaya dukun karena dianggapnya dukun mempunyai kemampuan masuk ke alam ghaib dan bisa berkomunikasi ama mereka. Sedangkan diri mereka sendiri merasa belum mampu.
Bagi seorang dukun yang pernah blogger kunjungi, membuat rajah tidaklah sulit. Cukup dengan menyediakan media pembuat rajah seperti media kertas/kain/logam atau media lain. Dengan sedikit bermeditasi seorang dukun langsung konek dengan menjalin komunikasi dengan makhluk-makhluk halus bikinan Tuhan Yang Maha Esa tersebut. Selanjutnya, tangan si pembuat rajah mencoret-coret di media kertas/kain/logam atau media lain. Ada juga yang digoreskan di tubuh yang disebut dengan tatto. Jadi tatto dibuat tidak hanya bernilai estetis, namun juga ada maknanya.
Sang dukun berusaha membikin tanda atau rambu-rambu dengan coretan-coretan yang konon bisa dipahami makhluk halus. Beberapa coretan atau tanda yang sederhana dan terkesan kompleks. Ada tulisan arab, jawa, sunda, batak, melayau kadang china dan Inggris dipadukan. Rajah dibuat dimaksudkan untuk diketahui para makhluk halus agar tidak menggaggu, atau justru malah disuruh membantu ketika kebetulan makhlus halus lewat pada tempat yang ada rajahnya.
Rajah yang baik itu sederhana, komunikatif dan ampuh. Komunikatif artinya mudah dipahami oleh makhluk halus dan ampuh artinya mampu menyedot perhatian makhluk halus kemudian mengikuti perintah pembuatnya. Rajah yang tidak komunikatif dan tidak ampuh akan diabaikan atau diacuhkan oleh makhuk halus. Rajah adalah simbol yang dibuat dukun dalam kebiasaannya berkomunikasi dengan makhluk halus dan hanya bisa “dibaca” dan diterjemahkan oleh makhluk halus. Bila Manusia jenius sekaliber Albert Einstein disuruh baca pasti akan garuk-garuk kepala.
Nah lo, pengin tahu bentuk-bentuk rajah yang biasanya oleh orang dulu atau orang sekarang percaya dan digunakan sebagai RAJAH AGAR TUYUL TIDAK BERANI MENCURI, RAJAH AGAR MAKHLUK HALUS TIDAK MENGGANGGU RUMAH, RAJAH KEWIBAWAAN, RAJAH KEKUATAN DARI SERANGAN GAIB, RAJAH PEMIKAT LAWAN JENIS. Bentuk-bentuk rajah ini bisa didownload di sini. Kalau anda percaya bisa diprint dan disimpan pada tempat yang dimaksud, kalau pun anda tidak percaya abaikan aja informasi atau sekedar pengetahuan untuk anda.
Rajah yang dishare untuk kalangan yang membutuhkan ini sudah mendapat ijin dari sang pembuatnya. Kata sang pembikin rajah, rajah ini didedikasikan untuk berbagi pengetahuan dan bisa digunakan siapa aja yang memerlukan. Gratis.
download Rajah
http://www.ziddu.com/download/6814958/rajah.rar.html
maszen
Korban Bencana (Sumbar) Syahid, Karena Ada Yang Dzolim

Derita musibah yang cukup berat akibat kelalaian manusia. Siapa yang paling bertanggung jawab (foto: reuter)
Korban yang meninggal dalam gempa padang, gempa jawa selatan, dan serentetatan bencana alam yang lain adalah mati syahid di jalan-Nya. Kenapa syahid? sebab mereka hanyalah korban salah urus manajemen kemanusiaan dan manajemen makro. Kitab Alqur’an surat QS Al Hadid, 22-24 menyatakan sebagai berikut: “TIADA SUATU PUN BENCANA YANG MENIMPA DI BUMI INI ATAU PADA DIRIMU SENDIRI, MELAINKAN SUDAH ADA “KITAB” (CATATAN/BLUE PRINT) SEBELUM KAMI (TUHAN) MEWUJUDKANNYA. SUNGGUH BAGI ALLAH, YANG DEMIKIAN ITU MUDAH” Read more…
Tahukah Anda Program Ratusan Ribu Rumah Rakyat, Haloo Tuban?

seperti beginilah kira-kira rumah murah KPRS yang di tunggu-tunggu di Tuban. (foto: beritajakarta.com
Bahagianya masyarakat lamongan yang mendapatkan 100.000 unit rumah sederhana sehat yang diresmikan Presiden SBY jelang Pileg pebruari lalu. Program perumahan yang disubsidi pemerintah. Lain Lamongan, lain Tuban kota kabupaten di Jawa Timur. Program PENGADAAN PERUMAHAN DAN PERMUKIMAN DENGAN DUKUNGAN FASILITAS SUBSIDI PERUMAHAN MELALUI KPRS/KPRS MIKRO SYARIAH BERSUBSIDI di Kabupaten Tuban menjadi program senyap. Tak seperti Kab. Lamongan yang program tersebut sempat diresmikan oleh presiden SBY ketika pemilu menjelang. Program yang dikenal masyarakat sebagai Kredit Pemilikan Rumah Sederhana (KPRS) hanya terdengar sayup-sayup dan menghilang begitu saja. Read more…







Recent Comments