Film Kiamat 2012, Membuat Penduduk Desa Panik

Buku kiamat 2012 pun laris manis, sebelum film tersebut dirilis
Kiamat, kiamat, cerita thriller film kiamat 2012 yang diiklankan lewat TV membuat panic warga desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak Kabupaten Tuban. Cerita kiamat yang tersebar dari mulut ke mulut dengan tambahan bumbu-bumbu si pembawa cerita sempat membuat penduduk desa tersebut tak semangat bekerja. Sebagian warga berusaha menenangkan warga yang lain, “Tenang, yang kiamat itu kan di Negara luar negeri sana, Indonesia tidak kan tanah jawa sudah ditumbali para wali.”
Tak mau kalah warga yang lain menimpali. “Paling-paling mereka nanti yang mengungsi ke sini, kita yang kerepotan nanti.” Seru…. Seru cerita-cerita yang saya nikmati ketika bertandang di rumah saudara saya di desa tesebut. Sayang, penduduk desa tersebut tak bisa menikmati teknologi gambar film yang sudah canggih yang menceritakan utuh bagaimana bila bumi terjadi bencana alam yang dahsyat (kiamat 2012) di bioskop seperti yang dinikmati orang kota.
Memang, bukan main dampak dari pembuatan film tersebut. Buku Kiamat 2012 yang banyak mencuplik cerita film tersebut laris manis dipasaran. Tak heran bila kepala desa tuwiri wetan mengeluh kepada blogger blog ini ketika menikmati secangkir kopi bersama di sebuah kedai kopi di Tuban. “Kalau mau kiamat segera bekerja lebih giat, kumpulakan bahan makanan sebanyak mungkin untuk bekal sembunyi di bungker buatan,” kata sang kades kesal ke beberapa warga berkali-kali
Nah lo, maksud sang kades mungkin mengingatkan kalau kejadian kiamat tak ada seorang pun yang tahu. Kiamat yang paling dekat adalah kematian. Kematian pun tak ada orang yang tahu. Syukur kalau orang mati dah dapat hidayah ama nur ilahi. Nah selagi tidak sedang sholat bekerjalah segiat mungkin, kalau sedang sholat ingatlah kamu akan mati besok. Gitu kan pak kades…..
Semoga tak ada yang menangguk untung dari film kiamat 2012. Nangguk untung positif she boleh, namun kalau negative jangan ya.. jangan lagi ada peristiwa seperti lia eden dan pengikutnya. Toh keyakinan mereka kiamat akan terjadi beberapa tahun yang lalu tak terbukti.
Tambah Persahabatan Online Dengan Bisnis
Kawan, untuk membantu aktifitas blog ini agar bisa terus teruapdate setiap hari. Saya menawarkan untuk berbisnis pulsa dengan Anda. Pulsa murah dari saya. Caranya dengan mengisi deposit pulsa anda melalui saya. Anda sudah bisa mengisi berbagai operator pulsa melalui no hp anda sendiri. Sederhana bukan? Harga tentu sangat murah dibanding anda beli lewat counter pulsa. Berminat Hub. saya YM zrangga, hp. 081288713401.
Pameran Hari Jadi Tuban 716, Reog Ponorogo Dijadikan Ikon

Rombongan Bupati Tuban bersama muspida disambut kesenian reog ponorogo. (Foto: maszen)
Reog Ponorogo dijadikan sebagai performance art utama pada pembukaan pameran hari jadi tuban ke 716 tahun. Sebuah umur kota yang terbilang cukup tua, dan pastinya menyimpan budaya tradisi tersendiri. Kesenian reog persembahan dari sanggar seni pudak arum binaan PT Semen Gresik digunakan untuk menyambut Bupati Tuban Haeny RRW beserta Muspida. Reog kenapa musti kesenian reog yang berasal dari ponorogo, ujar pengunjung, yang ditampilkan, sedangkan masih banyak kesenian yang lain asli Tuban yang masih perlu dipromosikan seperti Kesenian Sandur Kalongking, Tayub, atau Karawitan. Read more…
Agar Sumpah Lebih Ampuh, Sang Jenderal Buaya bersumpah lagi
Awas sekali bersumpah, panjang rentetannya. Tak kuasa menarik sumpah dari sang jenderal, atasan sang jenderal buaya (kapol buaya gowo ghodho) turun tangan buktikan bahwa sumpah bawahannya serius. kapol buaya gowo ghodho membawa tongkat saktinya menyakinkan bala kurawa akan sumpah jenderal buaya. Bala kurawa senyum-senyum mendengar kapol gowo godho. Tak jelas mesam-mesemnya bala kurowo apa sudah terbiasa senyum-senyum karena dapet duit sidang ato bala kurowo melihat kelucuan penjelasan sang kapol gowo godho yang belum jelas. Read more…
Jenderal Buaya tersungkur Sumpahnya, Cicak mengumpulkan energynya.

foto edited dari majalah tempo
Dahsyat luar biasa mengikuti episod demi episod kisah reality show duel cicak dan buaya. Cerita ini kelak patut dijadikan dongeng pengantar tidur generasi indonesia. Sebuah dongeng yang dapat dikemas secara fabel.
Begini kira-kira dongengnya. Sebuah perlawanan heroik kawanan cicak melepas kawannya cicak dari cengkraman gigi buaya. Kerumunan cicak menggerubung dan melepaskan cicak yang sedang naas dari mulut buaya. Meski tali jerat buaya masih melilit sekujur tubuh dua cicak yang naas. Tikus-tikuspun menonton dipinggir sambil deg-degan sekali-kali tertawa kecut.
Solidaritas kawanan cicak masih terus dibutuhkan sampai tali jerat buaya berhasil dilepaskan secara keseluruhan. Tak ada kawanan binatang yang lain membantu. Kelompak Binatang buas sekaliber buaya pun yang konon telah mendapat jatah wilayah masing-masing oleh raja hutan tak ada yang berani membantu cicak yang naas. Ada kabar dari peradilan hutan nama sang raja hutanpun disebut berada di dekat buaya yang sedang menggondol cicak ke sarangnya. Hanya kekuatan cicak sendirilah yang bisa menyelamatkannya. Read more…
Sumpah Serapah Jendral Susno Duaji

Mulutmu adalah harimaumu. Sekali lancing ke ujian. Demikian pepatah lama menjelaskan kata-kata yang meluncur dari seorang jenderal kepolisian susno duaji, Cicak kok lawan buaya. Cicak sebuah personifikasi KPK yang terdapat 126 keluarga besar kepolisian, dan Buaya adalah personifikasi keluarga besar kepolisian itu sendiri. Tak mungkinlah buaya tak bisa mengendalikan cicak. Buaya kok dilawan!!! Read more…
Kartun dan Anekdot Kritik Penguasa makin marak beredar di Facebook
Kartun dan anekdot sering muncul atas kekesalan terhadap ulah penguasa Negara ini yang tak pernah berhenti membuat keonaran-keonaran. Belum selesai keonaran masalah BLBI, muncul keonaran Bank Century yang kini Berubah Jadi Bank Permata muncul lagi keonaran kriminalisasi KPK, dan keonaran-keonaran yang lain yang tak kalah serunya. Praktik-praktik korupsi, politikus hitam, pejabat korup, pejabat korup terliat semakin merajala rela di mata jama’ah fesbukiyah.
Sumpah Budaya
SUMPAH BUDAYA 2009
Globalisasi di ranah ide, gagasan, ilmu pengetahuan yang diiringi dengan teknologi berkembang amat pesat. Lebih cepat dari kemampuan manusia untuk merenungkan apa hakikat semuanya untuk kemanfaatan hidup. Orang tidak lagi disibukkan dengan pertanyaan untuk apa kita memiliki ilmu, pengetahuan dan teknologi. Namun lebih menekankan pada fungsi-fungsi kemanfaatan/pragmatisnya semata. Semua pada akhirnya mengikuti arus globalisasi secara latah dan masa bodoh dengan hakikat progress/kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Bahwa hakikat kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk penyempurnaan proses hidup manusia menuju kesatuan dan keserasian lahir batin, jiwa dan raga.
Budaya Populer adalah budaya yang berada di pusaran arus global. Sayangnya, perkembangan budaya global justeru mematikan budaya-budaya nasional dan budaya lokal yang ada. Budaya lokal secara substansial tidak mengalami kemajuan yang berarti kecuali hanya untuk sarana komoditas ekonomi dan turisme saja. Budaya yang merupakan hasil manusia untuk mengolah daya cipta, rasa dan karsa berdasarkan atas kehendak dan keinginan masing-masing individu dalam sebuah wilayah tidak mampu lagi dianggap sebagai sebuah kearifan.
Individu yang berada di ruang-ruang budaya pun menjadi tumpul oleh arus pragmatis budaya global yang mungkin dipandang lebih menarik, mudah, cepat dan efisien. Para pengambil kebijakan tidak lagi memiliki semangat yang menyala untuk nguri-uri kebudayaan lokalnya. Apalagi bila semua pihak tidak mendukung lahirnya kreativitas-kreativitas baru berkebudayaan dan berkesenian.
Ini adalah situasi di mana kita mengalami sebuah Degradasi Budaya bahkan kehancuran sistematis budaya lokal. Bhinneka Tunggal Ika sebagai semangat berbudaya dalam rangka kebersatuan berbagai budaya lokal untuk maju dalam frame bangsa dan negara pun hanya sebagai slogan yang kini semakin dilupakan.
Tumbuh berkembang serta kemajuan sebuah budaya ditentukan pada bagaimana kita semua merespon dan menjawab tantangan-tantangan budaya global. Respon dan jawabannya adalah agar kita kembali kreatif, inovatif dan menciptakan wilayah-wilayah perjuangan budaya yang mampu menjadi alternatif budaya global yang terbukti tidak memiliki “ruh” kemanusiaan yang utuh.
Justeru pada budaya lokal, kita menemukan kembali “ruh” kemanusiaan itu. Ruh yang akan menyinari individu agar bisa bergerak secara harmonis antara individu dengan individu yang lain, antara individu dengan alam semesta, bahkan antara individu dengan dirinya sendiri sehingga nantinya individu tersebut akan menemukan diri sejati yang merupakan wakil Tuhan di alam semesta.
Siapa yang harus memulai untuk melakukan penyadaran adanya degradasi budaya ini? Sebuah fakta sejarah terjadi pada 28 Oktober 1928 saat para pemuda mengikrarkan Sumpah Pemuda. Intisari dan hakikat dari Sumpah Pemuda adalah kesadaran bahwa semua elemen bangsa harusnya memiliki kehendak, keinginan, cita-cita yang sama untuk mewujudkan sebuah kesatuan wahana dan ruang kreativitas dan kebebasan ekspresi yang berbeda-beda.
Jembatan untuk memasuki wahana persatuan dan kesatuan tersebut adalah tanah air, bangsa dan bahasa. Setiap babakan sejarah, pemuda selalu menjadi motor penggerak perubahan zaman. Sejarah telah menegaskan tentang kepeloporan pemuda di era kolonial hingga era perjuangan kemerdekaan bahkan di era reformasi. Perjuangan pemuda selalu dihadapkan pada tantangan hambatan dan kesulitan, bahkan darah dan airmata menjadi taruhan.
Di era masa lalu, gerakan kepemudaan lebih berorientasi pada bidang politik. Kini tantangan kaum muda masa kini justeru lebih banyak berupa rongrongan budaya global yang sangat berpengaruh pada pola pikir dan gaya hidup mereka sehingga harusnya gerakan kepemudaan kini lebih diorientasikan pada bidang budaya local (local wisdom).
Pemuda harus memiliki semangat untuk bersatu, lepas dari penindasan dan penguasaan budaya global. Kita berharap agar bangsa Indonesia bisa menghidupkan kembali budaya-budaya lokal yang ada sehingga nanti terwujud bangsa yang maju berkembang tanpa kehilangan jati dirinya. Kita buka mata dan hati kita, lihatlah bangsa India, Cina, Jepang, Thailand, dan Korea telah membuktikan sendiri. Bangsa yang meninggalkan pola hidup taklid hanya ikut-ikutan, ela-elu. Kini telah tumbuh menjadi macam Asia, dihormati dan segani masyarakat dunia, bangkit meraih kejayaan dengan berlandaskan loyalitasnya terhadap nilai-nilai kearifan lokal (local wisdom) yang terdapat dalam tradisi dan budayanya. Bangsa yang tahu karakter diri sejatinya, sangat tahu tindakan apa yang harus dilakukannya.
Sumpah Pemuda merupakan momentum yang berhasil menyatukan pemuda se-Indonesia dalam satu ikatan kebangsaan, perasaan senasib, sepenanggungan yang diderita oleh pemuda khususnya, telah memberikan kesadaran kritis terhadap situasi yang dihadapinya yaitu adanya sebagai tantangan bersama telah membangkitkan kesadaran kolektif pemuda untuk melawan penindasan budaya global. Diperlukan gerakan massif untuk menghidupkan kembali budaya-budaya lokal (baca; kearifan lokal) di tanah air secara terus menerus sebagai bentuk nyata dari perjuangan kaum muda.
Perjuangan kaum muda di bidang budaya diharapkan akan membawa perubahan sosial yang mendalam bagi masyarakat, terutama di bidang pendidikan. Dari pendidikan ini muncullah pejuang-pejuang muda yang kaya akan ide dan konsep untuk melawan budaya global.
Untuk mewujudkan ide tersebut maka dengan ini kami menyerukan kapada SEMUA PEMUDA DI TANAH AIR untuk bersatu dalam gerakan SUMPAH BUDAYA 2009:
1. MENGHIDUPKAN KEMBALI BUDAYA DAERAH SEBAGAI DASAR PENGEMBANGAN BUDAYA NUSANTARA.
2. MENJADIKAN BUDAYA DAERAH SEBAGAI DASAR PIJAKAN IDE-IDE KREATIF PEMBANGUNAN.
3. MENGEMBANGKAN KEARIFAN BUDAYA DAERAH SEBAGAI NILAI-NILAI PEMBANGUNAN NASIONAL.
4. MENGEMBANGKAN NILAI-NILAI MORAL, MENTAL DAN AJARAN HIDUP BERMASYARAKAT YANG ADA DI BUDAYA DAERAH DALAM RANGKA MENDUKUNG PERKEMBANGAN BUDAYA NUSANTARA.
5. MENGURANGI PENGARUH NEGATIF BUDAYA GLOBAL DENGAN MENGEMBANGKAN BUDAYA NUSANTARA.
MOTTO :
THINK LOCALLY ACT GLOBALLY !!
SUMPAH BUDAYA
BERBUDAYA SATU, BUDAYA NUSANTARA
BERJATI DIRI SATU, JATI DIRI BANGSA INDONESIA
KASIH SAYANG SATU, SATU KASIH SAYANG LINTAS AGAMA
Indonesia, 28 Oktober 2009

Tertanda
1. maszen
http://ahmadzainul.wordpress.com/
2 KI WONG ALUS
http://wongalus.wordpress.com/
3. KI MAS KUMITIR
http://alangalangkumitir.wordpress.com/
4. KI SABDALANGIT
http://sabdalangit.wordpress.com/
5. KI AGUNG HUPUDHIO
6…………………………………….
SILAHKAN DITERUSKAN SENDIRI BILA MENDUKUNG PADA KOMENTAR. KHUSUS ARTIKEL INI BISA DIKOPI PASTE BEBAS DIBLOG SENDIRI TANPA HARUS MINTA IJIN
Blogger award, blogger award pada pesta blogger 2009!!??!!!

salah satu logo pesta blogger 2009 yang diajukan @mastongki informasi dari twiternya. (foto:kertasburam.dagdigdug.com, link gambar terkait)
Kesahihan penilaian lewat voting online blogger award pada pesta blogger 2009 sedang dipertanyakan kini. Bagaimana tidak? Sistem voting online yang telah dijalankan sejak tanggal 16 Oktober 2009 diubah secara mendadak pada tanggal 19 oktober malam. Perubahan yang sangat drastis, semua jumlah suara (nilai voting) yang masuk direset. Sistem IT yang berubah hasil suara diberangus. Ya perubahan system tersebut adalah penambahan verifikasi e-mail address yang dipakai voting, yang sebelumnya belum ada. Penambahan ini berakibat alamat e-mail yang dipakai voting dihilangkan atau dianggap belum masuk database voting. Teknologi voting pesta blogger award 2009 yang tidak humanis. Read more…
Kompasiana Satu Semangat, Kita Bhineka Tunggal Ika
Begitulah doa yang dipanjatkan kompasioner terutama admin. Doa berupa usaha keras mewujudkannya, doa yang terkabul. Usaha keras ini diwujudkan dari awal pendiriannya. Sejak awal diluncurkan segenap krew kompasiana bersemangat melayani. Kompasiana hingga kini belum meninggalkan tradisi kompas .

Komunitas kompasiana telah terbentuk dan semakin luas. ahmad zainul ihsan arif (maszen) tepat di bawah jari metal linda djalil mengucapkan selamat ulang tahun kompasiana. he he narsis dikit ah (foto: dok/maszen)
Doa berupa usaha keras akhirnya terkabul. Kompasiana telah menjadi portal blog public terkemuka. Usaha keras untuk melayani, berbagi dan bicara tentang kita. Kompasiana sudah layak menjadi blog komersil meski tak komersil. Kompasiana telah membuktikan diri sejajar dengan portal media utama.
Read more…









Recent Comments